Minggu, 11 Oktober 2015

PELAYANAN GAWAT DARURAT YANG BAIK


PEALAYANAN GAWAT DARURAT YANG BAIK
1.    Pengertian Gawat Darurat
Menurut Azrul (1997) yang dimaksud gawat darurat (emergency care) adalah bagian dari pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving).
Instalasi gawat darurat adalah salah satu sumber utama pelayanan kesehatan di rumah sakit. Ada beberapa hal yang membuat situasi di IGD menjadi khas, diantaranya adalah pasien yang perlu penanganan cepat walaupun riwayat kesehatannya belum jelas.

2.      Tujuan Gawat Darurat
a.    Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat darurat
b.    Menerima rujukan pasien atau mengirim pasien
c.    Melakukan penanggulangan korban musibah masal dan bencana yang terjadi dalam maupun diluar rumah sakit
d.    Suatu IRD harus mampu memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi pada masyarakat dengan problem medis akut.

3.       Prinsip penanggulangan penderita gawat darurat
Kematian dapat terjadi bila seseorang mengalami kerusakan atau kegagalan dan salah satu sistem / organ seperti :
1.    Susunan saraf pusat
2.    Pernafasan
3.    Kardiovaskuler
4.    Hati
5.    Ginjal
6.    Pancreas

Kegagalan (kerusakan) sistem/ organ tersebut dapat disebabkan oleh :
1.    Trauma / cedera
2.    Infeksi
3.    Keracunan (polsoning)
4.    Degenerasi (kailure)
5.    Asfiksi
6.    Kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar (excessive loss of water and electrolie).

Kegagalan sistem saraf pusat,kardiovaskuler,pernafasan dan kehilangan hipoglikemia dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat (4-6 menit). Sedangkan kegagaln sistem / organ yang lain dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang lebih lama. Drngan demikian keberhasilan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) dalam mencegah kematian dan cacat ditentukan oleh :
1.    Kecacatan menemukan penderita gawat darurat
2.    Kecepatan meminta pertolongan
3.    Kecepatan dan kualitas pertolongan yang diberikan :
a)    Ditempat kejadian
b)   Dalam perjalanan kerumah sakit
c)    Pertolongan selanjutnya secara mantap di Puskesmas / Rumah Sakit

Daftar Pustaka:
Iyer, P. 2004. Dokumentasi Keperawatan : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan,Jakarta : EGC
Oman, K 2008. Panduan Belajar Keperawatan Gawat Darurat  : Jakarta : EGC
Ani



Pelayanan Gawat Darurat Yang Baik


PELAYANAN GAWAT DARURAT YANG BAIK

1.    Pengertian Gawat Darurat        Menurut Azrul (1997) yang dimaksud gawat darurat (emergency care) adalah    
        bagian dari pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu   
        segera untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving).
        Instalasi gawat darurat adalah salah satu sumber utama pelayanan kesehatan di 
        rumah sakit. Ada beberapa hal yang membuat situasi di IGD menjadi khas, 
        diantaranya adalah pasien yang perlu penanganan cepat walaupun riwayat 
        kesehatannya belum jelas.

2.   Tujuan Gawat Darurat      1.    Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat darurat      2.    Menerima rujukan pasien atau mengirim pasien      3.    Melakukan penanggulangan korban musibah masal dan bencana yang         
             terjadi dalam maupun diluar rumah sakit      4.   Suatu IRD harus mampu memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi pada  
            masyarakat dengan problem medis akut.

3.  Prinsip penanggulangan penderita gawat darurat
     Kematian dapat terjadi bila seseorang mengalami kerusakan atau kegagalan dan          salah satu sistem / organ seperti :      1.    Susunan saraf pusat      2.    Pernafasan      3.    Kardiovaskuler      4.    Hati      5.    Ginjal      6.    Pancreas

      Kegagalan (kerusakan) sistem/ organ tersebut dapat disebabkan oleh :      1.    Trauma / cedera      2.    Infeksi      3.    Keracunan (polsoning)      4.    Degenerasi (kailure)      5.    Asfiksi      6.    Kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar (excessive loss of water               and electrolie).

     Kegagalan sistem saraf pusat,kardiovaskuler,pernafasan dan kehilangan                      hipoglikemia dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat (4-6 menit).                 Sedangkan kegagaln sistem / organ yang lain dapat menyebabkan kematian    
     dalam waktu yang lebih lama. Dengan demikian keberhasilan Penanggulangan    
     Penderita Gawat Darurat (PPGD) dalam mencegah kematian dan cacat ditentukan      oleh :      1.    Kecacatan menemukan penderita gawat darurat      2.    Kecepatan meminta pertolongan      3.    Kecepatan dan kualitas pertolongan yang diberikan :             a)    Ditempat kejadian             b)   Dalam perjalanan kerumah sakit             c)    Pertolongan selanjutnya secara mantap di Puskesmas / Rumah Sakit

       Daftar pustaka:
Iyer, P. 2004. Dokumentasi Keperawatan : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan,Jakarta : EGC
Oman, K 2008. Panduan Belajar Keperawatan Gawat Darurat  : Jakarta : EGC
Aninomous,1999. Triage officers course.














Jumat, 02 Januari 2015



DASAR-DASAR MANAGEMEN RUMAH SAKIT








PERENCANAAN STRATEGIK RS SILOAM KARAWACI
YUSLINA       201431136










UNIVERSITAS ESA UNGGUL

Rencana Strategik RS Siloam Karawaci
A.   Visi dan Misi
Visi: International Quality, Scale, Reach, and Godly Compasion.
Misi: Memberikan pelayanan keperawatan professional berlandaskan cita kasih yang senantiasa focus dan tanggap terhadap kebutuhan dan harapan pasien atau keluarga untuk mencapai kesembuhan jasmani, rohani, dan spiritual melalui praktek asuhan keperawatan terbaik berstandar global.

B.   Data Internal
1.      Kekuatan
a.       Jumlah SDM memadai: jumlah BOR rumah sakit dengan tenaga atau perawat yang dimiliki seimbang (tahun 2013: jumlah perawat 500, BOR 275).
b.      Kualitas SDM: SDM Siloam berasal dari institusi terpercaya dan memiliki tingkat pendidikan akhir yang sesuai D3-S1.
c.       Kelengkapan sarana medis: memadai, lengkap, dilakukan kalibrasi sesuai dengan waktu yang ditentukan.
d.      Kelengkapan sarana penunjang: mempunyai fasilitas laboratorium, radiologi, CT scan, MRI 3 tesla, lengkap dengan edisi keluaran terbaru.
e.       Promosi yang dilakukan: gencar melakukanmedical chek up dengan perusahaan lain, promo sesuai dengan issue yang berkembang.
f.        Mampu menerima semua asuransi kesehatan.
g.       Ketersediaan saran yang dimiliki: area parker yang luas, loby utama ada berbagai macam resto dan ruang tunggu yang nyaman (sofa).
h.       Lokasi: mudah dijangkau, dekat dengan jalan toldan letaknya di pinggir jalan.
i.         Tingkat kesetiaan konsumen: mempunyai pasien yang setia-setia.

2.      Kelemahan
a.       Tarif pelayanan: mahal, harga tidak terjangkau oleh lapisan masyarakat menengah ke bawah.
b.      Pangsa pasar yang dimiliki: di dominasi oleh golongan menengah ke atas.
c.       Lokasi: dikelilingi beberapa RS swasta di sekitar Siloam.
d.      Kualitas pelayanan: kurangnya SDM yang mampu berbahasa internasional (inggris dan mandarin) dilihat dari jumlah pasien yang didominasi asing.
e.       Jumlah SDM: dibutuhkan SDM yang lebih banyak karna meningkatnya permintaan BOR dan pembangunan Siloam di berbagai daerah.



C.   Data eksternal (RS Betsaida)
1.      Peluang
a.       Kualitas SDM: Belum memiliki akreditasi ISO dan JCI
b.      Kelengkapan sarana penunjang: alat pemeriksaan penunjang yang masih terbatas.
c.       Jumlah SDM: tenaga medis belum tetap, banyak yang dari Siloam.
d.      Belum banyak orang tahu, belum terkenal dalam hal kualitas.
e.       Lokasi: sulit dijangkau, jauh dari pusat tol.
f.        Kelengkapan sarana medis: bed of rate masih minim.

2.      Ancaman
a.       Lokasi: strategis, dekat dengan perumahan warga.
b.      Tarif pelayanan: harga pelayanan rumah sakit dan tindakan lebih murah.
c.       Kelengkapan sarana medis: adanya alat atau tidakan yang dikonsumsi juga oleh RS Siloam (ESWL).
d.      Kualitas pelayanan: pelayanan disiplin dn ramah.
e.       Jauh dari lokasi macet.


Analisa data/ Faktor Strategi Internal
Kekuatan:
1.      SDM Siloam berasal dari institusi terpercaya dan memiliki tingkat pendidikan akhir yang sesuai D3-S1
2.      Sarana medis memadai, lengkap, dilakukan kalibrasi sesuai dengan waktu yang ditentukan.
3.      Gencar melakukan medical chekup dengan persahaan lain, promo sesuai dengan issue yang berkembang.
4.      Mampu menerima semua asuransi kesehatan.
5.      Area parker yang luas, loby utama ada berbagai macam resto dan ruang tunggu yang nyaman (sofa).
6.      Mempunyai pasien yang setia-setia.
Kelemahan:
1.      Mahal, harga  tidak terjangkau oleh lapisan masyarakat menengah ke bawah.
2.      Didominasi oleh golongan menengah ke atas.
3.      Dikelilingi beberapa RS swasta di sekitar Siloam.
4.      Kurangnya SDM yang mampu berbahasa International (inggris dan mandarin) dilihat dari jumlah pasien yang didominasi asing.
5.      Dibutuhkan SDM yang lebih banyak karna meningkatnya permintaan BOR dan pembangunan Siloam di berbagai daerah.


Analisa data/ Faktor Strategi Eksternal
Peluang:
1.      Belum memiliki akreditasi ISO dan JCI.
2.      Alat pemeriksaan penunjang yang masih terbatas.
3.      Tenaga medis belum tetap, banyak yang dari siloam.
4.      Belum banyak orang tahu, belum terkenal dalam hal kualitas.
5.      Lokasi: sulit dijangkau, jauh dari pusat tol.
Ancaman:
1.      Harga pelayanan rumah sakit dan tindakan lebih murah.
2.      Adanya alat atu tindakan yang dikonsumsi juga oleh RS Siloam (ESWL).
3.      Pelayanan disiplin dan ramah.
4.      Jauh dari lokasi macet.
5.      Lokasi: strategis, dekat dengan perumahan warga.

Analisa data/ matriks Ifar
NO
Faktor strategi Internal
Bobot
Rating
Score

1

2

3

4

5


1

2
3
4


5
Kekuatan:
SDM Siloam berasal dari institusi terpercaya dan memiliki tingkat pendidikan akhir yang sesuai D3-S1
Sarana medis memadai, lengkap, dilakukan kalibrasi sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Gencar melakukan medical chekup dengan persahaan lain, promo sesuai dengan issue yang berkembang.
Area parker yang luas, loby utama ada berbagai macam resto dan ruang tunggu yang nyaman (sofa).
Mempunyai pasien yang setia-setia.

Kelemahan:
Mahal, harga  tidak terjangkau oleh lapisan masyarakat menengah ke bawah.
Didominasi oleh golongan menengah ke atas.
Dikelilingi beberapa RS swasta di sekitar Siloam.
Kurangnya SDM yang mampu berbahasa International (inggris dan mandarin) dilihat dari jumlah pasien yang didominasi asing.
Dibutuhkan SDM yang lebih banyak karna meningkatnya permintaan BOR dan pembangunan Siloam di berbagai daerah.

0,10

0,20

0,10

0,15

0,05


0,10

0,05
0,05
0,10


0,10

3

4

2

3

2


3

2
3
2


2

0,30

0,80

0,20

0,45

0,10


0,30

0,10
0,15
0,20


0,20

Jumlah


2,80


Analisa data/ Matriks Efar
NO
Faktor strategi eksternal
Bobot
Rating
Score

1
2
3
4
5


1
2

3
4
5
Peluang:
Belum memiliki akreditasi ISO dan JCI.
Alat pemeriksaan penunjang yang masih terbatas.
Tenaga medis belum tetap, banyak yang dari siloam.
Belum banyak orang tahu, belum terkenal dalam hal kualitas.
Lokasi: sulit dijangkau, jauh dari pusat tol.

Ancaman:
Harga pelayanan rumah sakit dan tindakan lebih murah.
Adanya alat atu tindakan yang dikonsumsi juga oleh RS Siloam (ESWL).
Pelayanan disiplin dan ramah.
Jauh dari lokasi macet.
Lokasi: strategis, dekat dengan perumahan warga.


0,10
0,15
0,05
0,10
0,10


0,10
0,05

0,20
0,10
0,05

3
3
4
2
2


3
2

2
3
3

0,30
0,45
0,10
0,20
0,20


0,30
0,10

0,40
0,30
0,15

Jumlah


2,50

NB: Rating: Kelemahan/ ancaman                                         Kekuatan/  peluang
1.      Sangat penting                                            4. Sangat penting                     
2.      Penting                                                       3. Penting
3.      Kurang penting                                           2. Kurang penting
4.      Tidak penting                                              1. Sangat penting



Pengambilan Keputusan
-         Total score FSI sebesar 2,80 artinya kekuatan (strength) lebih besar dari kelemahan (weakness)
-         Total score FSE sebesar 2,50 artinya peluang (oportonity) lebih besar dari ancaman (threats)
-         Karena S > W dan O > T, maka pilih strategi SO, menggunakan kekuatan untuk merebut peluang, growth oriented.